Cara Meningkatkan Ketajaman Otak

Posted on at


Bila anda sering lupa jadwal, sering lupa naruh kunci dan barang barang sepele lainya ada baiknya anda melakukan tips dibawah ini untuk meningkatkan kesehatan otak

  1. Makanlah Lemak Sehat
    Pada suatu studi yang dikeluarkan oleh Journal of Alzheimer's Research tahun 2012 menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi lemak sehat memiliki penurunan risiko gangguan ingatan 35% dibandingkan mereka yang tidak. Beberapa diantara makanan yang mengandung lemak sehat adalah: Buah alpukat Ikan salmon Ikan sarden Telur Kacang-kacangan, dan sebagainya

  2. Batasi Asupan Gula dan Tepung Putih
    Pada proses penyimpanan ingatan, otak kita sangat berpengaruh pada kadar insulin yang otak kita miliki. Jika terdapat zat yang mengganggu kadar insulin di dalam otak, maka proses penyimpanan ingatan akan terganggu.
    Kadar insulin di dalam otak dipengaruhi dari apa yang kita makan. Beberapa makanan yang dapat mengganggu stabilitas kadar insulin di dalam otak diantaranya adalah:Gula dan Tepung Putih
    Gula dan tepung putih merupakan nutrisi karbohidrat sederhana yang kemudiannya akan dipecah menjadi gula sederhana ketika melalui proses pencernaan kita.  Gula sederhana dapat mengganggu kadar insulin di dalam otak dan mengganggu kemampuan otak dalam menyimpan ingatan.Makanan Berlemak Jenuh. Serupa seperti gula sederhana, makanan berlemak jenuh dapat mengacaukan kadar insulin di dalam otak dan mengganggu kemampuan otak untuk menyimpan ingatan.

  3. Lakukan Senam Otak
    Mungkin Anda sering mendengar analogi yang mengumpamakan otak bagaikan otot, bahwa jika Anda tidak menggunakan dan melatihnya lebih sering, Anda akan kehilangan fungsinya. Demikian adanya, kurang lebih pendapat ini kurang lebih sama. Pasalnya, suatu penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Neurologi pada tahun 2013 menyebutkan bahwa aktivitas yang menstimulasi otak seperti membaca atau menulis dapat meningkatkan ketajaman otak.Sebaliknya, jika aktivitas membaca atau menulis semakin jarang, maka fungsi otak akan jarang terlatih.

  4. Bersosialisasi
    Semakin Anda aktif secara sosial, maka kemungkinan Anda untuk mengalami penurunan ketajaman otak juga rendah. Ketika Anda bersosialisasi, otak akan semakin sering aktif guna mendukung kegiatan kita. Diantaranya seperti aktivitas:
       - Berkomunikasi dengan lawan bicara
       - Mengolah ide
       - Menanggapi sebuah komentar
       - Merangkai kalimat untuk dikomunikasikan, dan lain sebagainya

    Keaktifan otak dalam menyelenggarakan aktivitas diatas sekaligus melatih otak dan dapat menjauhkan Anda dalam masalah penurunan ketajaman otak. Di lain sisi, manfaat bersosiaslisasi juga memberikan manfaat pada belum lagi benefit penambahan pengetahuan ketika Anda menyerap ide dan pengetahuan orang lain.

  5. Tetapkan Jadwal Tidur Rutin
    Pada suatu studi yang dilakukan pada mencit yang tidur hanya pada waktu yang singkat mengalami penurunan jumlah neuron sebanyak 25% pada lokus seruleus, yaitu area pada otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif.Kurang tidur juga berdampak pada risiko munculnya depresi dan stres, dimana depresi itu sendiri sifatnya dapat menurunkan  performa otak. Meskipun hubungan antara tidur dengan depresi cukup kompleks namun dipastikan kurangnya tidur dapat menyebabkan depresi.
    Sebaliknya juga, depresi dapat menyebabkan kurangnya tidur, namun penelitian berpendapat bahwa risiko munculnya depresi meningkat dengan kurangnya tidur.

  6. Memasak Pada Suhu yang Rendah

    Ketika Anda memasak dengan suhu yang tinggi, maka besar kemungkinan akan merubah nutrisi dan melepas bahan kimia toksik pada makanan. Bahan kimia toksik yang ada berdampak pada penurunan fungsi otak dan risiko peningkatan kejadian Alzheimer atau kepikunan.

    Sebagaimana dilansir pada Proceedings of the National Academy of Sciences, untuk menjaga makanan Anda tetap ‘aman’, hindari makan makanan yang dibakar terlalu gosong ataupun deep-fried foods (terutama daging).


About the author

160