Deddy Corbuzier rupanya ingin bermain-main dengan emosi para pencinta Korean pop atau K-pop

Posted on at


Deddy Corbuzier rupanya ingin bermain-main dengan emosi para pencinta Korean pop atau K-pop.

Baru-baru ini, ia mengunggah dua video 10 detik di akun Instagramnya. Video pertama, presenter Hitam Putih itu berucap dalam bahasa Inggris:

"Ini yang seharusnya dilakukan pria dewasa saat di rumah. Bukan menyaksikan TV atau mendengarkan K-POP dan membicarakanmu babe," ucap dia sambil memamerkan otot besar saat angkat beban.

Begitu riuhnya para pencinta K-pop mengkritik ucapan Deddy. Mereka tersinggung idolanya ‘dilecehkan’ oleh seorang Deddy. Namun, tak sedikit pula yang membela Deddy, sehingga pro dan kontra pun tak terelakan.

Akhirnya, Deddy memposting video kedua. Ia mengucapkan permintaan maaf kepada para K-popers.

"Saya minta maaf, saya tidak bermaksud menyakiti perasaan kalian. Saya benar-benar minta maaf. Tapi kalau kamu tidak keberatan, boleh tidak saya pinjam lipstick kalian," di akhir kalimat Deddy seperti menyindir penggemar K-pop yang kewanita-wanitaan.

Bukannya redup dari kritikan, Deddy malah diterpa gelombang kritikan dari pencinta K-pop karena pernyataan yang penuh sindiran itu.

Ternyata, kunciannya ada postingan Deddy yang ketiga. Ia posting foto dirinya sedang tertawa dan memberikan caption yang menjelaskan maksud mengucapkan kalimat yang memang sudah direncanakan sebelumnya.

Deddy hanya ingin tes psikologis para pencinta K-pop. Ia melihat ambigu kata-kata membuat seseorang mencari jawabannya sendiri dalam otaknya, sehingga mereka menjawab tanpa berpikir. “Itu adalah penyakit mental. Atau neurosis,” Deddy mengambil ucapan dari  Sigmund Freud, bapak dari ilmu psikoanalisis.

Berikut penjelasan Deddy:

"It's a psychological test. (U REALLY THINK I DO ANYTHING WITHOUT REASONS? THINK AGAIN)

This is FUN.. Lihat 2 video sebelum ini dan baca komen komen nya.. Saya berkomentar ttg KPOP dan saya menggunakan kata "MEN" shouldn't watch TV and KPOP at home.. Perhatikan kata katanya.. 1. (MEN NOT TEENAGERS OR BOYS ) Artinya adalah PRIA DEWASA bukan remaja atau anak anak.. Dan usia saya sekitar 40 thn maka ketika saya mengatakan MEN atau pria dewasa.. Means not Teen or boys :) Tapi banyak (remaja) yg tidak mengerti bahasa inggris dgn baik lalu tersinggung dgn kata kata itu.. Coba kalau kita pakai bahasa indonesia... "para Pria Dewasa harusnya di rumah tidak hanya nonton TV dan KPOP" maka pasti mereka tidak tersinggung (kecuali KALAU MEREKA SUKA AYAHNYA FANS KPOP dan TV)

2. Saya mengatakan TV dan KPOP artinya saya juga mengatakan ttg acara TV lainnya.. (sedangkan saya sendiri pekerja TV) tapi yg marah bukan artis2 namun anak anak fanatik KPOP.

Di video berikutnya saya mengatakan "maaf atas kata kata saya tadi.. Tapi boleh tidak saya pinjam lipstik"

1. Kata kata saya ditujukan untuk? MEN

2. Mereka tersinggung dgn kata saya ttg lipstick... Well saya pakai eye liner.. Make up.. Eye Shadow Dll... Bahkan lip gloss di TV Dan satu Indonesia tau.. Lalu kenapa mereka tersinggung saat saya bilang saya mau pinjam lipstik nya?

I'll explain why in psychology :

1. Ambiguity atau Ambigu membuat seseorang mencari jawabannya sendiri dalam otaknya hingga mereka menjawab tanpa berpikir dan itu adalah penyakit mental. Atau neurosis.
"Neurosis is the inability to tolerate ambiguity." #SigmundFreud

2. Over admiration 
Pengkultusan berlebihan adalah sebuah penyakit mental ketika seseorang membela sesuatu yang bahkan tidak dikenalnya secara pribadi. Bahkan ketika masalahnya tidak jelas. "Every form of addiction is bad, no matter whether the narcotic be alcohol or morphine or idealism".
#CarlJung

Dan inilah generasi muda saat ini.. Ketika mereka bebas berkata atau mencela bahkan menghina di sosmed tanpa sebuah kejelasan.

Thank you for being my experimental theory. 
It's nothing wrong with KPOP or TV or Gays or Lesbian etc.. Its us and our mind that's wrong.

Deddy Corbuzier, MSc

 

sumber :

http://www.suara.com/entertainment/2015/07/08/171757/deddy-corbuzier-berhasil-jebak-pola-pikir-fans-k-pop



160